Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Nilai Rupiah Terhadap Dollar

Currency against US Dollar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Venezuela: -2,000,000% Sudan: -168% Turkey: -67% Argentina: -65% Angola: -57% Iran: -30% Brazil: -21% Ethiopia: -18% Pakistan: -17% Russia: -13% Sweden: -12% Tunisia: -11% Nicaragua: -8% Indonesia: -8% Myanmar: -8% Haiti: -8% India: -7.4% Yang bilang Rupiah hancur adalah mereka yang pura2 bodoh atau bodoh beneran. Semua data bisa di cari di Internet. Kalau pendapat saya sih pura2 bodoh dalam rangka membodohi masyarakat awam #2109jokowitetappresiden #bersihmerakyatkerjanyata #indonesiasiapbersaingdileveldunia #kotabekasikeren #mustikajayakeren #cimuningkeren #pedurenankeren #mustikasarikeren #bantargebangkeren #ciketingudikkeren #cikiwulkeren #sumurbatukeren #rawalumbukeren #bojongmentengkeren #bojongrawalumbukeren #sepanjangjayakeren #pengasinankeren #nasdemantimahar #nasdempeloporgerakanperubahan #politiktanpamahar #nasdemustikabara #firmanasdemustika #firmanasdemawero Salam Re...

Daya Beli Turun ???

By. Rhenald Kasali. Saya kok ragu, daya beli turun. Kajian yg kami lakukan pada dataran mikro, menunjukkan uang sedang berpindah (Shifting), dari kalangan menengah ke atas, ke ekonomi rakyat. Dan para elit sekarang sedang sulit, karena peran mereka sebagai "Middleman" pudar akibat Disrutive Innovation, lalu mereka teriakkan "daya beli turun". Saya cek di tiga titik : 1. JNE . Ini adalah jaringan logistik, yg market share-nya sudah di atas PT Pos, dan nama perusahaannya disebut oleh semua bisnis online. Di JNE saya dapat data, bahwa pegawainya ditambah terus utk melayani pengambilan dan pengiriman logistik. Penambahan SDM dalam bbrp bulan terakhir mencapai 500 orang. Tak banyak orang yg tahu, bahwa konsumen dan pedagang beras di Kalimantan, kini lebih banyak membeli beras dan minyak goreng via tokopedia, dari Surabaya, Lombok, Makasar dll. Juga tak banyak yang tahu, bahwa angkutan kargo udara dari Solo, naik pesat utk pengiriman garmen dan barang2 kerajinan. Jug...

Politisi Sapi Modern

Istilah politik dagang sapi sebenarnya bersumber dari budaya praktek etika dagang sapi (dagang ternak) yang khas dan unik yang dmiliki  masyarakat Minang khususnya masyarakat Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat.  Mengingat sapi atau ternak adalah makhluk hidup maka menurut adat  haruslah diperlakukan secara khusus dan beretika apalagi dalam memperdagangkannya. Praktek tehnis dagang atau jual beli sapi atau ternak  yang berjalan disana sejak jaman dahulu mumpunyai keunikan tersendiri yang tidak dijumpai di daerah lain, dimana jual beli dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan rahasia dengan tidak menggunakan bahasa verbal tapi dengan menggunakan bahasa isyarat antara penjual dan pembeli agar tidak diketahui dan tidak didengar oleh calon pembeli lain, mengingat menurut orang minang  tidaklah elok memperdagangkan makhluk hidup secara terang-terangan disamping juga untuk menegakkan etika tawar menawar dalam berdagang. Tehnis kerahasiaan tawar mena...

Amerika Serikat Minta Izin WTO Jatuhkan Sanksi ke Indonesia

Jakarta  - Amerika Serikat pada Senin, 6 Agustus 2018, meminta kepada Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO agar mengizinkan negara itu menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Permintaan tersebut dikeluarkan Washington setelah Amerika memenangi sebuah sengketa dagang yang disebut negara itu telah merugikan sektor bisnisnya hingga US$ 350 juta atau setara Rp 5 triliun Dikutip dari  Reuters  Selasa, 7 Agustus 2018, Amerika Serikat dan Selandia Baru memenangi putusan WTO pada 2017 untuk melawan aturan dari Indonesia yang melarang impor makanan, juga produk tanaman dan hewan, di antaranya apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah-buah kering, hewan ternak, ayam, dan daging sapi. Atas putusan WTO itu, Indonesia mengajukan banding tapi kalah. Dalam permintaannya kepada WTO, Amerika Serikat mengatakan Indonesia tidak mematuhi putusan sebelumnya, sehingga Washington mengupayakan sanksi tahunan untuk mengompensasi kerugian yang ditimbulkan terhadap kepentingan-...

Politisasi Bencana

LBI - Jakarta, Kegemaran warganet untuk mempolitisasi bencana alam sebagai sesuatu yang konyol tapi sekaligus menarik. Fenomena tersebut contoh dari kemunduran politik gagasan baik di level elite apalagi di akar rumput. “Sejak tahun 2012 kita mengalaminya. Ketika gagasan dalam berpolitik tidak mengalami diskursus dan dialektika, maka orang akan mencari-cari hal-hal yang tidak logis untuk menjadi komoditas politik". Gempa bumi tentu tidak ada kaitannya dengan politik. Warga negara yang mendapat pendidikan minimal hingga sekolah menengah pertama tentu paham: penyebab gempa bumi tektonik adalah pergeseran dan bertubrukannya tiga lempeng besar yang kebetulan berada di wilayah Indonesia. Pertama adalah Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat dan barat laut dengan kecepatan 10 cm/tahun. Kedua, Lempeng Samudra India-Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke arah utara dan timur laut dengan kecepatan 7 cm/tahun. Ketiga yakni Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke ar...

Politisasi Bencana

Kegemaran warganet untuk mempolitisasi bencana alam sebagai sesuatu yang konyol tapi sekaligus menarik. Fenomena tersebut contoh dari kemunduran politik gagasan baik di level elite apalagi di akar rumput. “Sejak tahun 2012 kita mengalaminya. Ketika gagasan dalam berpolitik tidak mengalami diskursus dan dialektika, maka orang akan mencari-cari hal-hal yang tidak logis untuk menjadi komoditas politik". Gempa bumi tentu tidak ada kaitannya dengan politik. Warga negara yang mendapat pendidikan minimal hingga sekolah menengah pertama tentu paham: penyebab gempa bumi tektonik adalah pergeseran dan bertubrukannya tiga lempeng besar yang kebetulan berada di wilayah Indonesia. Pertama adalah Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat dan barat laut dengan kecepatan 10 cm/tahun. Kedua, Lempeng Samudra India-Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke arah utara dan timur laut dengan kecepatan 7 cm/tahun. Ketiga yakni Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah barat daya d...